Badminton

ShuttlecockA shuttlecock is the tiny object that you hit over the net in a game of badminton. Merk2 yang biasa memakai bahan bulu tebal seperti yonex, victor, gajahmada, samurai dan merk lainya dengan kind tertentu, shuttlecock ini kuat dan tahan dan biasa dipakai dalam tournamen kejuaraan nasional maupun internasional. Shuttles dengan speed 75 cocok di Thailand sedangkan speed 76 dan 77 cocok digunakan di Indonesia, Singapore, Hong Kong dan Malaysia speed 77 dan 78 di Amerika Serikat speed 78 dan 79 cocok di Finlandia, Canada, Korea and Jepang. Di turnamen IBF, kebanyakan Wasit Utama akan mencoba sampai 3 kecepatan (speed) shuttlecock yang berbeda untuk memastikan bahwa kecepatan tertentu adalah cocok untuk situasi tempat dan pada waktu tertentu. This is because in contrast to other racquet games, badminton makes use of a shuttlecock for scoring points.

Shuttlecock KW2 sudah memakai bulu KW2 dengan tangkai yang tidak terlalu kecil dari shuttlecock untuk yang di buat drilling atlit. This item for badminton is vital given that the scoring and the game is largely primarily based about hitting this accessory and creating plays so that the opponent can not hit the shuttlecock back to your side of the court. Kita menemukan bahwa shuttlecock yang menggunakan kategori ini sering tidak akurat dan sulit untuk untuk dikelompokkan.

If you uncover the shuttle is as well fast or as well slow but you never have shuttles of different speed, you can try tipping the shuttlecock. Shuttlecock ini banyak dipakai dalam tournament dan beberapa kejuaraan bulutangkis nasional. There are no clouds in sight, except when the kite dips down in front of the enormous white feathers of Shuttlecock No. four.Shuttlecock

The Shuttlecock game was introduced in Greece by Mr. Jordan Stavridis, instructor of Chinese Martial Arts, graduate of Gymnastics Academy of Martial Arts in Luoyang, in Henan province of People’s Republic of China. Handle: The shuttlecock is produced to give a very stable parabolic trajectory, providing superior power to ensure the perfect rise and fall of the birdie. The game continues until the shuttlecock touches the ground, and the players will begin one more round of this entertaining game. Shuttlecock bulu tebal biasanya menjadi bahan baku utama oleh pabrik -oabrik shuttlecock besar lokal dan internasional.

Kualitas produksi di Indonesia meski tak sebaik kualitas China namun masih bisa diperhitungkan sebagai Shuttlecock pilihan terbaik yang terjangkau. They used the term da cau”, the Vietnamese word for shuttlecock kicking, to refer to the sport, as a tribute to the Vietnamese, who had shown the sport to them. In 1984, an enthusiastic team of fans founded in Hong-Kong, the Amateur Union of Shuttlecock.